COPOT APK : Petugas Satpol PP sedang melakukan pencopotan Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa ruas jalan, beberapa waktu lalu. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENJAGA TRADISI: Pentas ketoprak di acara Pesta Rakyat yang digelar di Posko Manis Bersyukur  di Desa Surokonto Kulon, Pageruyung. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENJAGA TRADISI: Pentas ketoprak di acara Pesta Rakyat yang digelar di Posko Manis Bersyukur di Desa Surokonto Kulon, Pageruyung. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Calon Bupati Kendal Mirna Annisa menggandeng para seniman tradisional Kendal. Ia memiliki komitmen untuk menghidupkan seni tradisional di Kendal yang selama ini terkesan tidak mendapatkan ruang dan apresiasi dari pemerintah setempat.

Mirna mengatakan, wilayah Kendal yang terbentang menjadi dua wilayah, yakni wilayah pesisir dan wilayah pegunungan. Dari dua wilayah tersebut tentunya memiliki kesenian budaya yang berbeda. Hal itu menandakan jika Kendal memiliki ragam tradisi yang semestinya bisa dikembangkan sebagai aset kota wisata.

Ia mencontohkan, daerah pesisir memiliki tradisi larung sesaji atau sedekah laut dan daerah pegunungan memiliki budaya nyadran atau sedekah bumi. “Jika ini dikembangkan seperti di Bali, maka Kendal ini bisa menjadi kota wisata yang bisa menarik para wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara,” katanya di sela Pesta Rakyat di Surokonto Kulon, Pageruyung.