SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengklaim telah menggandeng tim ahli dari Belanda terkait penyusunan rencana pengelolaan air di Jawa Tengah. Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk MoU ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Belanda beberapa waktu lalu.

”Mereka akan datang ke Indonesia November mendatang. Selain menghimpun data juga sekaligus menghadiri kontes rancang bangun floating structure di Tambaklorok Semarang,” ujar Ganjar kepada awak media, kemarin.

Ganjar menjelaskan, banyak potensi pengelolaan air di Jateng yang dapat digarap bersama sehingga dapat terintegrasi dengan baik. Misalnya, penanganan teluk Semarang, abrasi di Demak, serta banjir dan rob yang terjadi di beberapa wilayah pesisir utara Jateng. ”Sejumlah perguruan tinggi Jateng juga terlibat dalam project ini, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Islam Sultan Agung dan Universitas 17 Agustus Semarang,” imbuhnya.

Ditambahkan Ganjar, tim Belanda yang diwakili Prof John Helmer dari Universitas Rotterdam dan Technology of University Delft juga menawarkan model-model desain pengembangan wilayah di laut. Misalnya menanam di laut, rumah di laut dan pusat-pusat aktivitas di laut, bahkan rumah-rumah yang dibangun dengan mengambang di laut.

”Paparan tersebut sangat inspiratif bagi pemanfaatan ruang laut. Terlebih soal pemanfaatan ruang laut ini juga sejalan dengan kewenangan kita sesuai dengan Undang-Undang 23 tahun 2014,” terang mantan anggota DPR RI itu.

Tidak hanya kerja sama dalam bidang pengelolaan air, lanjut Ganjar, Pemprov Jateng dan pemerintah Belanda menyepakati kerja sama bidang Pariwisata. Salah satunya adalah dengan memperluas promosi Candi Borobudur dengan pemasangan media branding di gerbong kereta api atau trem di sana. ”Launching branding Candi Borobudur pada trem Belanda akan dilaksanakan pada 10 November 2015 di Rotterdam,” imbuhnya.

Ia berharap pemasangan media branding itu dapat lebih memopulerkan Candi Borobudur di mata penduduk Belanda. Dampaknya, jumlah wisatawan Belanda ke Jawa Tengah pun semakin meningkat. ”Pemerintah Belanda juga sekaligus mengundang kita untuk berpartisipasi dalam Festival Gamelan Internasional di Amsterdam dan Brussel, Belgia pada September 2017 mendatang,” pungkasnya. (fai/zal/ce1)