Tolak RPP Pengupahan, Buruh Jalan Mundur

269
(WAKHID NUR HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES PEMERINTAH: Para buruh yang tergabung dalam dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah saat berdemo di depan kantor Gubernur Jateng kemarin. Mereka menuju lokasi tersebut dengan berjalan mundur sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES PEMERINTAH: Para buruh yang tergabung dalam dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah saat berdemo di depan kantor Gubernur Jateng kemarin. Mereka menuju lokasi tersebut dengan berjalan mundur sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah, Selasa (20/10) menggeruduk kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang. Uniknya, untuk menuju lokasi mereka berjalan mundur sebagai sindiran kebijakan pemerintah terkait upah minimum yang dinilai kembali kepada masa lalu.

”Kami tidak iri kepada pengusaha yang punya mobil. Kami hanya iri kebijakan pemerintah yang lebih membela pengusaha yang rakus,” ungkap Sekretaris FSPMI Jateng Aulia Hakim dalam orasinya.

Kebijakan yang dimaksud adalah rencana disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pengupahan. Dalam RPP tersebut, kenaikan upah hanya dilakukan sekali dalam lima tahun. Selain itu, penyesuaian upah hanya mempertimbangkan faktor inflasi dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). ”RPP Pengupahan lebih kejam dari orde baru,” imbuh Hakim.