BUKTI: Pengacara warga Theodorus Yosep Parera tunjukkan bukti gugatan. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KUALITAS BANGUNAN RENDAH : PPKom (Pejabat Pembuatan Komitmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Pekalongan, Arief Gunawan, saat menunjukan bangunan Aula yang ambruk. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
KUALITAS BANGUNAN RENDAH : PPKom (Pejabat Pembuatan Komitmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Pekalongan, Arief Gunawan, saat menunjukan bangunan Aula yang ambruk. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran bangunan Gedung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan senilai Rp 1,3 miliar ambruk sebanyak tiga kali selama masa pembangunannya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Pekalongan, Arif Gunawan hari ini akan melakukan uji mutu pada bangunan tersebut bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan ahli teknik bangunan dari Perguruan Tinggi Jawa Tengah.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah pembangunan Gedung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan yang dikerjakan CV Setya Mukti, sudah sesuai spek atau belum. Mengingat pembangunan gedung tersebut ambruk sebanyak tiga kali, khususnya pada pembangunan dinding yang menempel pada cor beton.

Arif Gunawan, Selasa (20/10) mengatakan bahwa uji kelayakan mutu bangunan dilakukan untuk mengetahui kualitas dari bangunan Aula Dindikbud. Menurutnya meski para pekerja CV Setya Mukti telah memberikan jawaban, bahwa ambruknya bangunan dinding sepanjang 15 meter dan tinggi 3 meter, karena adanya hembusan angin. “Setelah kami pelajari maka tidak masuk akal, jika bangunan ambruk sebanyak tiga kali karena angin, ini pasti ada sesuatu yang salah. Makanya perlu adanya uji kelayakan mutu bangunan,” katanya.