Dikeroyok, Pemuda Tewas Mengenaskan

558

TEGAL – Malang nian nasib yang dialami Agung Prasojo, warga perumahan Bedeng Slerok Tegal Timur. Pasalnya, pemuda yang baru menginjak usia 19 tahun itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSU Kardinah Kota Tegal. Korban tewas lantaran luka di sekujur tubuhnya termasuk pada bagian kepala yang bocor dan wajahnya yang masih membekas akibat luka tindak penganiayaan dan pengeroyokan oleh sejumlah pemuda tak dikenal. Kasusnya kini tengah diselidiki oleh petugas kepolisian.

Diperoleh informasi, kejadian sadis dengan korban Agung itu terjadi di depan Indomaret Alun-alun Tegal. Atau depan gedung Mulyadana pada Minggu (18/10) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang saat itu hendak membeli rokok, riba-tiba dikeroyok oleh sejumlah pemuda tak dikenal. Ironisnya, meski Agung sudah tak berdaya, dan terus meminta tolong namun tidak ada satupun yang memberikan pertolongan. Terlebih, pelaku dalam kejahatan sadis itu diperoleh informasi jumlahnya lebih dari 10 orang. Demikian dengan penjual nasi goreng yang ada di sekitar TKP, dia lebih memilih diam dan berusaha untuk tidak melihatnya.

Hingga akhirnya, setelah korban tak sadarkan diri, dan sekujur tubuhnya penuh dengan luka, oleh keluarganya, Agung dilarikan ke RS Kardinah Kota Tegal. Namun sayang, pada Senin (19/10) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, Agung menghembuskan nafas terakhir. Dan Selasa (20/10) siang kemarin, jasad Agung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Pasir Luhur.

”Kami jelas tidak terima dengan perbuatan para pelaku. Kami berharap polisi bisa segera menangkapnya dan memberikan hukuman yang setimpal,” kata orang tua wali Agung.

Menurutnya, meski Agung merupakan keponakannya, namun dia sudah dianggap sebagai anaknya. Terlebih, dia juga seumuran dan sering tinggal bersama anaknya, Bagus. ‘’Kami juga heran, kenapa tidak ada yang memberikan pertolongan kepada Agung. Dan yang membikin keluarga tidak terima, ada informasi bahwa Agung sudah tidak kuat saat dianiaya, namun para pelaku tetap saja menghajarnya dengan benda seperti batu bata maupun paving,’’ ungkapnya.

Sementara petugas kepolisian sendiri, kini tengah berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti seperti paving, batu bata dan benda lainnya yang diduga dijadikan pelaku untuk menganiaya korban hingga akhirnya meninggal dunia. (gus/jpnn/ric)