SERBA DADAKAN: Kelompok nasyid SMAN 2 Semarang: Alvina Oktinita Putri, Shafa Auliya Ramadani, Mutiara Noverita A, dan Anna Sufi Annisa. (NAFAFIRA VOICE FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Tim penyidik Pomdam IV/Diponegoro dipimpin oleh Wadandenpom IV/5 Semarang Mayor Cpm Roby Zulkarnaen dan Wadanpomdam IV/Diponegoro Letkol Cpm (K) Tri Wahyuningsih menunjukkan barang bukti yang disita, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kalibanteng Semarang, Senin (19/10) kemarin. (ADITYO DWI RIYANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Tim penyidik Pomdam IV/Diponegoro dipimpin oleh Wadandenpom IV/5 Semarang Mayor Cpm Roby Zulkarnaen dan Wadanpomdam IV/Diponegoro Letkol Cpm (K) Tri Wahyuningsih menunjukkan barang bukti yang disita, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kalibanteng Semarang, Senin (19/10) kemarin. (ADITYO DWI RIYANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG BARAT – Oknum Brimob Polda Jateng, Brigadir Supriyanto disebut sebagai otak perampokan mobil pengangkut uang Rp 5,7 miliar milik PT Advantage di belakang penggilingan padi Hendra Setia di Dusun Kwagean RT 31 RW 7 Sugihan Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang pada 28 September 2015 lalu. Hal itu dinyatakan setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satuan Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV/Diponegoro.

Dalam perampokan itu, Brigadir Supriyanto yang bertugas melakukan pengawalan bekerja sama dengan dua anggota TNI, yakni Sertu Trisna Prihananto NRP 21070419600187 Bainteltim 2.3/B Deninteldam IV/Diponegoro dan Serda Frans Isack Corputty NRP 31010760691079 Batimsus 11 Deninteldam IV/Diponegoro.

”Mereka (tiga tersangka) merupakan teman lama. Aksi perampokan telah direncanakan tiga minggu sebelumnya. Otak perampokan adalah Brigadir S (Oknum Brimob Polda Jateng, Red),” ungkap Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam IV/Diponegoro Kolonel CPM Arief Wibowo Djati saat jumpa pers di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV/Diponegoro, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kalibanteng Semarang, Senin (19/10) kemarin.