AJAK TERTIB: Koordinator KPKS Theresia Tarigan bersama para staf Ace Hardware Semarang mengampanyekan city walk di CFD, Minggu (23/8) pagi kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERLU DIBENAHI : Kondisi Taman Poci di Jalan Kolonel Sudiarto, Senin (19/10). (K. ANAM SYAHMADADANI/JPNN)
PERLU DIBENAHI : Kondisi Taman Poci di Jalan Kolonel Sudiarto, Senin (19/10). (K. ANAM SYAHMADADANI/JPNN)

TEGAL – Keberadaan Taman Poci di Jalan Kolonel Sudiarto yang berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang mengunjunginya. Menurut Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Rofii Ali, hal itu dikarenakan adanya oknum yang mengaku petugas penjaga Taman Poci, melakukan penarikan uang kebersihan.

Kondisi tersebut, banyak dikeluhkan dan membuat resah masyarakat yang berkunjung ke Taman Poci. Padahal, untuk menikmati fasilitas RTH, masyarakat tidak boleh dikenai retribusi, baik yang resmi maupun yang tidak resmi. “Ini memalukan sekali. Saya juga sempat dimintai (uang kebersihan). Setelah saya sampaikan sebagai anggota dewan, dia tidak berani memaksa,” kata Rofii, Senin (19/10).

Selain adanya pungutan liar (pungli) semacam itu, Rofii menilai, kondisi Taman Poci cukup kotor dan banyak sampah yang berserakan. Beberapa lampu, juga sudah tidak menyala. “Kondisi Taman Poci cukup kotor, banyak sampah yang berserakan. Selain itu, ada beberapa lampunya yang sudah tidak menyala dan belum diperbaiki. Taman Poci seharusnya dirawat dengan baik dan dijaga kebersihannya,” jelasnya.