KENDAL – Lima jamaah haji asal Kendal meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. Mereka meninggal bukan karena tragedy crane jatuh, melainkan karena sakit. Kelima jamaah haji tersebut adalah Sri Rusmiyati, warga Desa Penaggulan Kecamatan Pegandon; Viencinsia Sri Sulyatin, warga Desa Tosari Kecamatan Brangsong.

Kemudian Sakir, warga Desa Pidodo Wetan Kecamatan Patebon; Jumbari warga Sendang Dawuhan Kecamatan Rowosari serta Ngasmin warga desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari Kendal.

Jamaah haji asal Kendal terbagi dalam tiga kloter. Kloter pertama yakni 54,55,56 tiba Senin ( 19/10) sekitar pukul 21.45. Sedangkan kloter 54, dan Kloter 55 menyusul hari ini Selasa (20/10) 03.01 dan Kloter 56 datang Selasa (20/10) petang. “Lima jamaah yang meninggal dari kloter 54 ada dua orang dan kloter 55 ada tiga jamaah orang. Mereka meninggal karena karena sakit,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kabupaten Kendal, Sumari, kemarin.

Dia menambahkan, kloter 54 mengangkut 348 jamaah haji, menjadi 348 orang. Sementara kloter 55 mengangkut 355 jamaah haji menjadi 352 orang. Untuk kloter 56 dengan jamaah haji sebanyak 170 orang tetap, karena tidak ada yang dinyatakan meninggal dunia. “Untuk kloter 56 Insyaallah akan pulang dengan selamat. Sementara untuk keluarga yang ditinggalkan diharapkan bisa tabah,” ujarnya.

Sumari menghimbau keluarga jamaah haji yang ingin menjemput kepulangan sanak keluarganya untuk tidak datang ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Tapi cukup dengan menunggu di Pendopo Kabupaten Kendal. “Kalau bisa jangan menjemput di Boyolali karena akan membuat suasana menjadi tambah ramai dan menyulitkan kepulangan jamaah haji,” tambahnya.

Kepala Seksi Pelaksanaan Haji, Kementrian Agama Kabupaten Kendal, Muslihan mengatakan, sebelumnya calon jemaah haji yang akan berangkat berjumlah 874 orang. Namun satu terpaksa dicoret yakni Turiyah, warga Desa Pucang Rejo, Gemuh meninggal dunia dan terpaksa dibatalkan keberangkatannya . “Tadinya ada 874 orang, tapi karena ada yang meninggal jadi berkurang dan berjumlah 873 orang,” tambahnya. (den/fth)