Kirim 500 Perawat ke Suriname

266

SEMARANG – Sebanyak 500 perawat asal Jateng akan segera dikirim ke Suriname. Pengiriman perawat itu merupakan jawaban Jateng atas permintaan Menteri Tenaga Kerja Suriname.

”Tenaga perawat yang akan dikirim nantinya bekerja di sejumlah rumah sakit yang masih kekurangan tenaga perawat. Khususnya spesialis perawatan ginjal,” ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (19/10).

Ganjar mengaku untuk memenuhi permintaan tersebut akan memanfaatkan sejumlah lulusan dari akademi keperawatan (Akper) yang tersebar di Jateng. Menurutnya, ini merupakan bagian dari kesepakatan yang diambil dengan pemerintah Suriname. ”Selain perawat, kita juga berpeluang mengirimkan tenaga akuntan. Saat ini, terdapat kekurangan tenaga akuntan untuk mengisi posisi di perusahaan perdagangan, asuransi dan perbankan,” imbuhnya.

Tidak hanya pengiriman tenaga kerja, lanjut Ganjar, peningkatan hubungan bilateral, kerja sama investasi, perdagangan, dan seni budaya juga dilakukan dengan negara yang sebagian besar penduduknya merupakan keturunan Jawa itu. Dalam bidang seni budaya, misalnya, akan diberikan beasiswa bagi tiga siswa SMA Suriname untuk menempuh pendidikan S1 jurusan bahasa dan kebudayaan Jawa di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

”Kemudian ada juga beasiswa short course bahasa Jawa bagi empat guru sekolah. Selain itu juga ada kesepakatan kerja sama di bidang riset lingkungan pantai dan kehutanan antara Unnes dan Universitas Anton de Kom,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Ganjar mengaku juga sempat berbincang dengan masyarakat keturunan Jawa di Taman Redjo, distrik Commewijne. Mereka diundang untuk berkunjung ke Jateng. ”Ini kan daerah nenek moyang mereka. Selain wisata, mereka mungkin juga bisa bertemu sanak keluarga,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie (Persatuan Peringatan Imigrasi orang-orang Jawa di Suriname) Marciano R Dasai mengungkapkan keinginannya untuk menggelar tur sejarah keluarga di mana satu sama lain dapat menelusuri jejak leluhur dan turunannya.

”Kami orang Jawa di Suriname berharap suatu saat dapat melihat leluhur kami di sini (Jawa). Niat itu sudah kami miliki sejak lama, beruntung Gubernur Jateng memberikan lampu hijau,” ujarnya saat berkunjung ke Pemprov Jateng awal Februari lalu. (fai/ric/ce1)