TEGAL – Sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit demam berdarah, Dinas Kesehatan mengajak 308 siswa yang menjadi dokter kecil dari 154 SD /MI di Kota Tegal untuk diajarkan cara memberantas sarang nyamuk melalui program pemberantasan sarang jentik nyamuk dengan 3 M plus menghindari gigitan nyamuk. Dengan penuh antusias, ratusan dokter kecil mendengarkan sosialisasi yang disampaikan melalui dongeng dan praktik langsung bertempat di ruang rapat lantai 2 Setda Kota Tegal, Senin (19/10).

Kepala Dinkes M. Hafiedz menjelaskan, dengan terus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak empat tahun terakhir di Kota Tegal terus menjadi fokus pemberentasan sarang nyamuk untuk mencegah sekaligus menekan terjadinya angka penderita DBD. Salah satunya, melalui pelatihan dokter kecil di sekolah diharapkan semua murid lebih termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat melalui program pemberantasan sarang dan jentik nyamuk.

“Berdasarkan data, sejak tahun 2012 sudah terjadi 14 kasus DBD, 2013 meningkat menjadi 73 kasus, tahun 2014 naik menjadi 83 kasus. Sedangkan, selama 2015 baru terjadi 53 kasus diharapkan pelatihan dokter kecil dalam PSJN bisa lebih efektif lagi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Promosi Kesehatan dan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (Promkes UKBM) Endah Pratiwi menambahkan, dengan melibatkan peran dokter kecil dalam realisasi program PSJN di lingkungan sekolah dan sekitarnya pihaknya berharap bisa lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk.

Selain menggunakan metode mendongeng, pihaknya juga terus memotivasi dan memberikan pemahaman kepada dokter kecil agar bisa mempraktikkan 3 M plus MGN. “Agar lebih mudah dicerna, kami juga mempraktikkan 3 M (Menguras, Mengubur, Menutup) baik di rumah ataupun di sekolah serta menerapkan Menghindari Gigitan Nyamuk (MGN) di sekolah ataupun di rumah dengan memakai lotion anti nyamuk untuk meminimalisir gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” imbuhnya. (syf/jpnn/ric)