SEMARANG – Abrasi di pesisir Kota Semarang sudah semakin parah. Sehingga butuh penanganan dan pengelolaan yang optimal. Tercatat dari data yang dihimpun Pemkot Semarang, pesisir yang mengalami abrasi mencapai 1.764, 10 hektare, mencakup empat wilayah kecamatan.

Butuh kerja sama antara elemen pemerintah, akademisi, dan masyarakat, untuk mengatasi bencana abrasi tersebut. Sebagai langkah awal untuk pengelolaan pesisir, Senin (19/10), sebanyak 20 utusan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diketuai oleh Gubernur IPDN, Prof Ermaya Suradinata dan Kepala LPM IPDN Dr Diah Anggraeini, melakukan kunjungan kerja di Kota Semarang. Diterima langsung Pj Wali Kota Tavip Supriyanti di ruang Lokakrida, lantai 8.

Kunjungan tersebut dalam rangka pengelolaan kawasan pesisir di Kota Semarang. Diharapkan sistem pengelolaan yang baik dapat meminimalkan ancaman abrasi di daerah pesisir maupun meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitarnya. ”Kami sangat menyambut baik prakarsa dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Kota Semarang ini, karena melalui kegiatan ini dapat mengambil manfaatnya dan masukan-masukan positif yang nantinya akan menjadi referensi dalam mengelola kawasan pesisir di Kota Semarang,” urai Tavip dalam sambutannya.

Tavip menjelaskan, wilayah pesisir Kota Semarang ada di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Genuk, Semarang Utara, Semarang Barat dan Tugu. Oleh karena itu, perlu adanya aksi bersama dalam hal ini pemerintah, akademisi dan masyarakat untuk merumuskan program bersama menangani kawasan pesisir. ”Dengan begitu pesisir Kota Semarang dapat berkembang secara optimal baik untuk menekan laju abrasi maupun meningkatkan pemberdayaan masyarakat pesisir sekitarnya,” tegas Tavip.

Pihaknya berharap ada program aplikatif yang dilakukan IPDN yang bisa ditindaklanjuti bersama oleh Pemkot Semarang dan IPDN, utamanya dalam pengelolaan dan pemberdayaan kawasan pesisir Kota Semarang. Tercatat luas total kawasan pesisir yang mengalami abrasi sebesar 1.764,10 hektare, meliputi empat kecamatan. ”Bila ini kita biarkan tentunya akan semakin mengikis kawasan pesisir sehingga kebermanfaatannya akan hilang,” tandasnya.