SALATIGA –Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mewisuda sebanyak 348 orang wisudawan. Sejak statusnya masih sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga hingga sekarang, total telah meluluskan 9.024 alumni.

Wisudawan berasal dari Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam 24 orang dengan IPK tertinggi 3.72 diraih Juliyah, S.Ag. binti Sujatno. Jurusan Pendidikan Agama Islam 110 orang dengan IPK tertinggi 3.84 diraih Ana Soraya binti Amat Rondi. Kemudian jurusan Pendidikan Bahasa Arab 19 orang dengan IPK tertinggi 3.82 diraih Annur Indah Sari binti Al Amin.

Jurusan Tadris Bahasa Inggris 68 orang dengan IPK tertinggi 3.82 dan diraih Badi’atul Azmina binti Slamet Fahrodin. Kemudian jurusan Pendidikan Guru MI 37 orang dengan IPK ertinggi 3.82 diraih Desi Nuraini binti Karsimin. Jurusan Ahwal al- Syakhshiyyah 26 orang dengan IPK tertinggi 3,85 dan diraih Muhammad Najmuddin bin Muh. Huda Toha. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah 13 orang dengan IPK tertinggi 3.76 diraih Fitrotutdaiyah binti Kemad. Jurusan Perbankan Syariah Program S1 16 orangdengan IPK tertingi 3.75 diraih Sulastri binti Suyono. Dan jurusan Perbankan Syariah Program Diploma 3 dengan 35 orang dan IPK tertinggi 3,76 diraih Alfiah Hidayati binti Mustaqim.

Rektor IAIN Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd menuturkan, wisuda bersamaan dengan memasuki tahun baru Islam 1437 H IAIN Salatiga merayakan Dies Natalis ke-1 dan sekaligus acara wisuda angkatan ke-2. Inti dari peringatan Dies Natalis adalah ‘muhasabah’ -refleksi– dan instrospeksi. “Dari muhasabah ini, semua dapat menilai perjalanan. Mana yang menurun, mana yang stagnan dan mana yang meningkat, kemudian kita bisa merancang dan sekaligus melangkah bersama untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan,” terang Rahmat Hariyadi.

“Sebagai Rektor IAIN Salatiga, pesan saya bahwa upacara wisuda ini bukanlah akhir perjuangan, melainkan merupakan langkah awal menuju kehidupan masa depan. Saya yakin, bekal yang saudara dapatkan selama menempuh pendidikan di IAIN Salatiga, sangat memadai untuk bekerja sesuai dengan jurusan masing-masing,” jelas Rahmat Hariyadi.(sas/fth)