LAUNCHING AVANZA : Salah seorang konsumen mencoba mobil Toyota Grand New Avanza yang menawarkan fitur terbaru yang lebih nyaman dan mewah di Nasmoco Pekalongan, Rabu (12/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK MONEY POLITIC: Warga Dukuh Cipluk Kulon, Desa Sidokumpul, mengembalikan uang dan menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut dua Manis Bersyukur. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK MONEY POLITIC: Warga Dukuh Cipluk Kulon, Desa Sidokumpul, mengembalikan uang dan menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut dua Manis Bersyukur. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Sejumlah warga Kendal mulai menyerukan proses demokrasi yang bersih. Salah satunya dengan menolak praktik money politic (politik uang). Seperti yang dilakukan warga Dukuh Cipluk Kulon, Desa Sidokumpul, Kecamatan Plantungan, Kendal. Dengan aksi tersebut, diharapkan bisa melahirkan pemimpin bersih dalam Pilkada Kendal 2015 ini.

”Kami warga Mojoagung tidak ingin terjebak pada kepentingan sesaat dengan iming-iming uang yang sudah diberikan. Kami ingin memilih pemimpin yang kami rasa tepat untuk memimpin Kendal lima tahun ke depan,” ujar Sariman, warga dukuh Jasem, Desa Mojoagung, Minggu (18/10).

Sariman pun menceritakan pengalamannya jika dirinya sempat diiming-imingi uang agar mau mengumpulkan massa untuk mendukung salah satu pasangan calon. Saat itu yang datang diberi uang Rp 50 ribu. Namun hal itu tidak ia lakukan karena menginginkan proses demokrasi yang bersih. Akhirnya ia mengembalikan uang tersebut kepada oknum yang memberikan. ”Kami warga tidak ingin dibeli, tapi kami ingin memilih pemimpin yang amanah,” tandasnya.

Hal serupa juga terjadi di Dukuh Cipluk Kulon, Desa Sidokumpul. Warga saat itu tidak mengetahui jika hari itu ada deklarasi salah satu calon. Ternyata saat di lokasi, mereka diberi kaus bergambar salah satu calon dan diberi uang. ”Kami hanya diajak, disuruh naik mobil untuk datang ke acara makan-makan. Pulangnya mau dikasih uang Rp 50 ribu,” kata Turiyo, warga Cipluk Kulon. ”Kami sudah ditipu, ternyata itu upaya money politic, jadi atas kesadaran bersama warga untuk mengembalikan uang yang sudah diterima,” paparnya.

Tak hanya mengembalikan uang, warga juga menyatakan mencabut dukungannya kepada pasangan tersebut. Warga ingin ada perubahan di Kendal, yakni adanya pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama jalan. ”Kami ingin anak-anak kami bisa mudah sekolah, sebab saat ini jalan buruk. Apalagi musim hujan, jalan menjadi licin, padahal tepi jalan adalah tebing-tebinh hutan,” tambahnya. (bud/zal/ce1)