Target Rampungkan 9 Perda

238

UNGARAN – Tiga panitia khusus (Pansus) dibentuk Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Semarang untuk membahas sembilan rancangan peraturan daerah (Raperda) usulan eksekutif tahun 2015. Sembilan raperda tersebut ditarget selesai Desember 2015. Sedangkan empat Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Semarang tidak bisa dibahas tahun ini karena kajian akademisnya belum rampung.

Yakni raperda tentang Badan Permusyawaratan Desa, Pengangkatan dan Pemberhentian Kades; Raperda tentang Lembaga Kemasyarakatan dan raperda Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Semarang, Garis Sempadan; Raperda Pemberian Izin Pembuangan Limbah Cair Ke Lingkungan; raperda Kawasan Tanpa Rokok, Penyelenggaraan Peternakan,. Kemudian raperda Pencabutan Tiga Perda meliputi Perda No 8 Tahun 2006 tentang Dana Alokasi Desa, Perda N0 18 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa, serta Perda No 23 tahun 2008 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Desa Dan Perangkat Desa.

“Tiga pansus yang dibentuk yakni Pansus VIII, anggotanya komisi A plus, Pansus IX anggotanya komisi C, serta Pansus X anggotanya Komisi B proporsional. Pansus tersebut akan membahas sembilan raperda yang tergetnya selesai Desember mendatang,” tutur Ketua Baleg DPRD Kabupaten Semarang, Kusulistyono, Minggu (18/10) kemarin.

Kusulisyono menambahkan, pansus VIII akan membahas Raperda Badan Permusyawaratan Desa, Pengangkatan dan Pemberhentian Kades, serta Raperda tentang Lembaga Kemasyarakatan. Untuk Pansus IX membahas Raperda tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Semarang, Garis Sempadan, serta Raperda Pemberian Izin Pembuangan Limbah Cair Ke Lingkungan. Pansus X akan membahas Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok, Penyelenggaraan Peternakan, dan Raperda Pencabutan Tiga Perda.

“Dari 17 raperda usulan eksekutif dan 4 raperda inisiatif DPRD Kabupaten Semarang dalam program legislasi daerah (Prolegda) tahun 2015. Lima Raperda sudah selesai dibahas, sisanya ada 12 raperda ada yang ditarik dan diganti. Akhirnya hanya 9 Raperda saja yang dibahas di tahun 2015,” kata Kusulistyono.

Sementara itu empat raperda inisiatif DPRD tidak bisa terbahas tahun ini, sebab masih menunggu selesainya kajian akademis. Empat raperda inisiatif DPRD yakni yang masih dalam kajian akademis itu antara lain Pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang, Raperda Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Raperda Lingkungan Hidup, dan Raperda tentang Pertanian. “Mudah-mudahan kajian akademis keempat raperda itu selesai tahun 2015, sehingga awal 2016 bisa diajukan dalam rapat paripurna DPRD,” tambahnya. (tyo/fth)