“Semarang sudah layak menjadi kota investasi. Indikatornya yakni adanya unit industri di Ibu Kota Jateng yang jumlahnya mencapai 3.577 unit,”

Tommy Y Said
Asisten Administrasi Infomasi & Kerjasama Setda Kota Semarang

SEMARANG – Pertumbuhan kluster atau kawasan industri di Kota Semarang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2010 yang hanya 2 kluster menjadi 10 kluster di tahun 2014. Meningkatnya jumlah tersebut, menjadikan Kota Semarang sebagai kota investasi.

Asisten Administrasi Infomasi & Kerjasama Setda Kota Semarang, Tommy Y Said mengatakan, Semarang saat ini sudah layak menjadi kota investasi. Indikatornya yakni adanya unit industri di Ibu Kota Jateng yang jumlahnya mencapai 3.577 unit. “Ribuan unit industri ini tersebar di sembilan kawasan industri di Semarang. Jumlah unit industri tersebut terdiri dari 2.710 industri kecil, 698 industri menengah dan 169 industri besar,’’ katanya, kemarin.

Dia menambahkan, jumlah kluster industri di Kota Semarang mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Di tahun 2010, Kota Semarang hanya terdapat 2 kluster. Sedangkan tahun 2014 menjadi 10 kluster. “Pada akhir tahun 2015 ini pasti kluster akan terus bertambah,” ujarnya.

Dalam pamaran juga menyediakan informasi tentang perdagangan dan pariwisata di Semarang, serta memberdayakan potensi dan berbagai produk unggulan khas daerah. Diharapkan adanya pameran tersebut menjadi sarana memperoleh informasi luas tentang potensi investasi. ‘’Muaranya kita ingin pameran memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan negara kita,’’ tambahnya.

Ketua panitia pameran Sri Martini mengatakan, pameran diikuti 40 stan. Untuk kali pertamanya memadukan ITT dengan Public Service Expo dibuka layanan perijinan gratis baik bagi masyarakat maupun perusahaan termasuk perekaman dan pencetakan E-KTP. “Tak hanya potensi perdagangan dan investasi yang menyemarakkan ITT 2015 ini, tetapi juga memamerkan berbagai potensi perdagangan, kerajinan tangan, kuliner, batik, hingga pariwisata dari berbagai daerah lain di Indonesia,’’ katanya. (mha/fth)