Satpol PP Gadungan Palak Pasangan

476

Sebenarnya, korban disuruh membayar sebesar Rp 200 ribu saat malam tersebut. Karena tidak punya uang, dijanjikan bayar hari ini. Akhirnya dua anggota Satpol yang menyamar dan dua anggota Satpol berpakaian resmi, membuat perangkap untuk menangkap pelaku. Korban disuruh janjian sama pelaku di tempat janjian semula masjid Al Mutaqin Podosugih. Setelah ketemu, pelaku langsung ditangkap anggota dan diamankan di kantor, lalu dibawa ke Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk disidik.

Kepada penyidik, pelaku mengaku baru sebulan melakukan pemerasan tersebut. “Saya mulai, sejak September kemarin. baru 10 korban yang saya mintai,” ujarnya sambil menunjukkan 10 lembar surat perjanjian yang dibuatnya.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Supadi melalui Kanit IV Aiptu Hendrik, mengungkapkan ditengarai modus yang digunakan pelaku cukup rapi. Selain mengaku komandan Satpol untuk mengancam korban. Juga menggunakan surat perjanjian, yang tersusun rapi dan cukup meyakinkan korban. Sehingga mau membayar.

Dari setiap korban, di mintai uang dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Agar mau membayar, pelaku meminta STNK korban. Dan rata-rata korban mau membayar. Karena korban diancam akan dibawa ke Satpol dan akan dipukuli warga kampung. (han/ric)