BERI REMISI : Wakil Bupati Batang, Soetadi, saat memberikan Surat Keputusan Remisi kepada warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) II B, Rowobelang, Kabupaten Batang, Senin (17/8) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUSWIL: Pengurus DPW PKS Jateng baru saat pelantikan dalam Muswil DPW ke-4 di Kantor DPW PKS Jateng, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUSWIL: Pengurus DPW PKS Jateng baru saat pelantikan dalam Muswil DPW ke-4 di Kantor DPW PKS Jateng, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho meminta kader PKS di Jateng menjiwai perannya di tanah Jawa. PKS harus njawani agar keberadaanya diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia tak menampik jika masyarakat Jateng belum sepenuhnya menerima keberadaan PKS. Di antaranya dengan isu Arabisasi yang mendera PKS di sejumlah wilayah. ”Kami terus berusaha membuktikan pada masyarakat, jika PKS hadir untuk masyarakat Indonesia dan demi kemakmuran bersama. Tanpa memandang agama, suku dan warna kulit,” ujarnya di sela acara Muswil DPW PKS Jateng ke-4 di Kantor DPW PKS Jalan Kelud Utara Nomor 46 Semarang.

Taufik menilai, sebenarnya isu tersebut tidak relevan di tengah meningkatnya kesadaran dan akses informasi masyarakat. Masyarakat bisa dengan mudah melihat rekam jejak PKS tidak hanya di Jateng, tapi Indonesia. ”PKS beragam, Ketua Majelis Syuronya, Habib. Presidennya lulusan Jepang dan banyak pengurus inti lulusan dari seluruh dunia. Jadi insya Allah PKS ini ide dan gagasannya sangat majemuk,” imbuhnya.