Keberadaan TPQ di tengah-tengah masyarakat, lanjut ayah empat anak ini, sangat membantu dalam mendidik anak-anak muslim. ”Karena anak-anak itu wajib bisa membaca Alquran untuk menjadi bekal di masa mendatang,” tandasnya.

Apabila mendapat amanah dari masyarakat Kota Semarang dan rida Allah SWT, pihaknya berkomitmen meningkatkan uang bisyarah guru ngaji dua kali lipat. Modin akan mendapatkan gaji Rp 500.000/bulan dan akan membantu untuk meningkatkan sarana-prasarana TPQ di Kota Semarang. ”Ini bukan janji, tapi memang harus dilakukan oleh pemerintah,” imbuhnya.

H Muhammad Abdullah sebagai ketua perkumpulan Guru Ngaji se-Kecamatan Gunungpati menyatakan gembira atas kesediaan calon wali kota nomor urut 1 menghadiri acara tersebut. Pihaknya pun mendoakan agar Marmo-Zuber terpilih dalam Pilwalkot yang digelar 9 Desember mendatang.

”Kami yang mengelola TPQ akan sangat terbantu, apabila Pak Marmo menjadi Wali Kota Semarang. Kesejahteraan kami akan meningkat. Gedung-gedung TPQ juga akan banyak dibantu untuk peningkatan sarana-prasarana, sekaligus meningkatkan kualitas belajar mengajar Alquran,” ujarnya. (zal/ida/ce1)