Masih Ada Pengusaha Tak Patuh

Bayar Upah Tak Sesuai UMK

285
Muspida kota yang diwakili Kajari Semarang Asep N. Mulyana menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba dalam rangka HUT RI ke 70
DUKUNG PEREKONOMIAN: Buruh beraktivitas di sebuah perusahaan garmen di Kota Semarang. Disnakertransduk Jateng siap mengawasi perusahaan agar membayar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai ketentuan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNG PEREKONOMIAN: Buruh beraktivitas di sebuah perusahaan garmen di Kota Semarang. Disnakertransduk Jateng siap mengawasi perusahaan agar membayar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai ketentuan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Tingkat kepatuhan pengusaha dalam membayarkan upah atau gaji kepada pekerjanya tidak selalu sama. Ada yang sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK), namun juga ada yang di bawah nilai UMK.

”Begitu UMK dirilis, berikutnya kita evaluasi 1-2 bulan. Jika ada yang kurang, kita dorong untuk menyesuaikan,” ungkap Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Agung Wahono.

Agung menjelaskan, ketika pengusaha tidak memberikan gaji sesuai dengan UMK, biasanya mereka melakukan kesepakatan sendiri dengan serikat pekerja setempat. Meskipun masih di bawah nilai UMK yang ditetapkan, namun besar gaji yang diberikan selalu di atas UMK yang lama. ”Datanya saya belum ada, namun Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) pasti selalu mengawasinya,” imbuhnya.