Istimewa
TUMPUAN WARGA: Meski debit airnya mulai mengecil, namun Sendang Stoom masih menyediakan air bersih bagi warga di tengah kemarau panjang. (NUR WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUMPUAN WARGA: Meski debit airnya mulai mengecil, namun Sendang Stoom masih menyediakan air bersih bagi warga di tengah kemarau panjang. (NUR WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG)

WONOTINGAL — Meskipun kemarau panjang dan beberapa mata air mengering, berbeda dengan Sendang Stoom yang terletak di wilayah RT 7 RW X Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari. Di sendang tersebut seolah tak terpengaruh kemarau, benar-benar membantu warga dari berbagai wilayah yang membutuhkan air.

Salah seorang warga Imron Wahyudi, 40, warga Klipang mengaku bahwa Sendang Stoom merupakan peninggalan Belanda. Ketika semua sendang mengalami kekeringan, di sendang tersebut tidak kering. ”Jadi di tempat ini ada tiga sendang, tetapi yang aktif dan digunakan airnya hanya dua,” katanya.

Kendati begitu, kata Imron, debit air sendang mulai berkurang karena kerap diambil banyak orang. ”Kemarau ini, airnya berkurang. Meski begitu, masih banyak yang mengambil air dan tetap bisa digunakan untuk memasak,” ungkapnya.