ADU CEPAT : Sejumlah narapidana Lapas Kelasa II A Ambarawa mengikuti lomba balap karung dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PELATIHAN WIRAUSAHA : Ketua umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji (dua dari kanan) bersama Dr Ahmad Izzuddin dan Henry Gustaaf saat membuka acara pelatihan kewirausahaan berbasis halal, di kantor MUI, kemarin. (IST)
PELATIHAN WIRAUSAHA : Ketua umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji (dua dari kanan) bersama Dr Ahmad Izzuddin dan Henry Gustaaf saat membuka acara pelatihan kewirausahaan berbasis halal, di kantor MUI, kemarin. (IST)

SEMARANG–Inti dari sebuah bisnis adalah ide, bukan modal. Meski begitu, tidak perlu menciptakan sesuatu yang baru untuk memulai bisnis besar, cukup mengembangkan hal-hal yang sudah ada di pasaran dengan konsep amati, tiru, modifikasi (ATM).

Hal tersebut disampaikan pengusaha sistem waralaba, MLM & Ice pack, dalam pelatihan Kewirausahaan Berbasis Halal di aula kantor MUI Jateng di Jalan Pandanaran 126 Semarang, Sabtu (10/17) kemarin. Acara yang dibuka Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Daroji tersebut, juga dihadiri nara sumber lainnya, Sekretaris dan Auditor LPPOM MUI Jateng, Dr Ahmad Izzuddin.

Jika sudah menemukan ide bisnis, maka gali ide untuk memasarkan produk. Bisa dilakukan dengan join dengan paguyuban UMKM atau lainnya. Sedangkan kalau hendak memasarkan melalui situs internet, memang bisa menggunakan website. Sayangnya, tidak sembarang website sekarang, bisa masuk ke dalam search engine-nya Google. Google sekarang lebih melayani media promo yang berbayar seperti OLX, Indonetwork, Tokobagus, Blibli dan lainnya.