DED Gedung Dewan Sedot Rp 400 Juta

251

SEMARANG – Meski ramai diprotes, rencana pembangunan gedung baru DPRD Jateng sepertinya terus berjalan. Bahkan, dalam APBD Perubahan sudah dianggarkan dana sebesar Rp 400 juta untuk pembuatan Detail Engineering Design (DED) gedung baru tersebut. Gedung tersebut nantinya bakal dibangun di belakang gedung DPRD Jateng yang lama.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jateng, Ananta Aji Wicaksana mengatakan, DED nanti untuk menentukan rancangan bangunan seperti apa. Meski begitu, belum ada kejelasan kapan gedung DPRD Jateng tersebut dibangun. ”Anggaran DED memang sudah dialokasikan. Jumlahnya sekitar Rp 400 juta,” katanya, kemarin.

Aji Wicaksana menambahkan, untuk pembangunan sendiri kemungkinan besar baru dialokasikan dari APBD 2016. Gedung baru diperlukan karena kondisi gedung DPRD saat ini kurang representatif. Karena saat ini dari 100 anggota dewan baru pimpinan yang memiliki ruangan sendiri. ”Kalau untuk anggota masih terkumpul di komisi-komisi. Satu ruangan digunakan sekitar 20 orang,” imbuhnya.

Ia tidak menampik jika rencana pembangunan mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah anggota DPRD. Banyak yang mengatakan hanya ingin menata ruangan agar kondisi di dalam gedung bisa muat. Kondisi ini jelas sulit terwujud karena bangunan saat ini tidak begitu luas. ”Coba bayangkan jika satu ruang komisi dibebani dan diisi kursi dan meja lagi, jelas tidak muat. Mereka juga butuh ruang privasi apalagi demi pembangunan di Jateng,” tambahnya.

Rencana pembangunan gedung baru dimaksudkan untuk menunjang kinerja anggota DPRD Jateng. Nantinya setiap anggota bakal mendapatkan satu ruangan sendiri. Meski begitu, sejauh ini masih terdapat pro dan kontra dengan rencana pembangunan tersebut. ”Ya kalau prinsipnya yang penting bagaimana bisa menunjang kinerja untuk rakyat,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirricardl.

Ngainirricardl menyambut baik rencana pembangunan gedung baru tersebut. Toh nyatanya itu nanti bisa menjadi aset berharga dan yang penting asalkan tidak memberatkan keuangan daerah. Sebagai anggota DPRD jelas membutuhkan ruang privasi demi kinerja untuk kemajuan Jateng. (fth/ric/ce1)