Ajak Kaum Muda Berkreasi dengan Seni Tradisional

Melihat Lebih Dekat Sanggar Surya Budaya Pekalongan

278
TERPILIH: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mengukuhkan calon pengibar bendera pusaka Kota Semarang dengan ditandai penyematan lencana merah putih pada dada sebelah kiri pemimpin upacara dan melilitkan sabuk kecakapan kepada semua peserta pengukuhan. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
LESTARIKAN BUDAYA : Para pemuda berlatih memainkan alat musik tradisional di Sanggar Surya Budaya Pekalongan. (HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESTARIKAN BUDAYA : Para pemuda berlatih memainkan alat musik tradisional di Sanggar Surya Budaya Pekalongan. (HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pergaulan pemuda di era sekarang sungguh miris. Terlebih narkoba dan minuman keras menjadi salah satu dampak yang parah. Untuk itu, salah satu sanggar kesenian, Surya Budaya mencoba merangkul para pemuda untuk berkegiatan yang lebih positif. Seperti apa?

HANAFI, Pekalongan

Sore itu, saat penulis melewati Jalan Garuda gang Delima RT 02 RW 02 Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan terdengar nuansa musik lain. Alunan rancak alat musik kentongan dipadu padankan dengan alat musik gamelan, mengalun kompak.

Bagi warga sekitar, di rumah tersebut memang dimaklumi menjadi markas Sanggar Seni Surya Budaya. Sebuah pecinta seni tradisional kontemporer berbasis seni Jawa. Sehingga jika terdengar
alunan Gending Jawa untuk latihan menari sudah cukup terbiasa. Yang beda kali ini, alunan rancak musik kentongan dengan gamelan Jawa, namun membawakan lagu-lagu nuansa Islami dan sholawatan.

Saat semakin mendekat, tampak belasan pemuda serius bermain musik kentongan tersebut. Tanpa sentuhan alat musik listrik, suara musik mereka tetap terdengar keras dan harmonis.