SIDAK IRIGASI : Tim Kejaksaan Negeri Kajen (Kejari) Pekalongan bersama tim ahli teknik konstruksi saat memeriksa proyek irigasi di Desa Banjasari, Talun, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT: Salah satu peserta, Aisyah tampak ekspresif dan menjiwai saat membaca puisi kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SEMANGAT: Salah satu peserta, Aisyah tampak ekspresif dan menjiwai saat membaca puisi kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Pameran buku murah yang dihelat Kantor Perpustakaan dan Arsip Pemkab Demak, kemarin, diramaikan lomba baca puisi. Lomba yang bertempat di Alun-Alun Kota Demak, tepatnya depan Masjid Agung Demak diikuti para siswa maupun umum. Sedangkan, materi wajib puisi disediakan panitia serta puisi bebas karya sendiri maupun karya orang lain.

Panitia memberikan durasi 5 menit bagi peserta untuk membaca dua puisi sekaligus. Salah satu puisi yang menjadi perhatian penonton adalah puisi yang dibacakan oleh Aisyah, siswi kelas 5 SD Az Zahra. Siswi berjilbab ini membacakan puisi karangan gurunya Sidli Rihkana. Puisi berjudul Alamku Marah itu relevan dengan kondisi bumi yang kian kritis. Puisi itu berbunyi ;

…Dulu alamku sejuk/banyak burung berkicauan/kumbang-kumbang tertawa dengan riuhnya/kupu-kupu terbang kian kemari. Tapi itu dulu…/sekarang alamku marah/hingga muntah dan membelah tanah/bumi bergoyang air lautpun marah/dan naik ke daratan. Alamku marah/namun banyak orang tak mau peduli/hutanku menjerit setiap hari ditebangi/bahkan…/ditebang oleh tangan tangan rakus harta. Kini aku tak mampu tertawa/hanya tangis yang ada diingatanku/dan disetiap jejak kakiku. Semoga Tuhan masih memberikan kekuatan/untuk hati yang tersisa/tuk menatap hari esok yang lebih cerah…