Sementara itu, Hendri mengaku tidak tahu kalau televisi tersebut merupakan barang hasil pencurian. ”Saya memang belum punya televisi. Awalnya ditawari televisi itu seharga Rp 2,5 juta. Kemudian saya tawar dan dikasih Rp 2 juta. Dia bilangnya barang resmi, bukan barang hasil pencurian. Televisinya itu sudah saya nyalakan di rumah kok malah didatangi polisi,” ujarnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. ”Saya perintahkan, jika memang pelaku kejahatan melawan petugas, agar tidak ragu-ragu (menembak, Red). Asal sesuai prosedur saja. Masyarakat kan tidak ada yang menghendaki adanya orang seperti ini. Makanya ditembak kakinya,” kata Burhanudin.

Dikatakannya, pencurian tersebut dilakukan tersangka dengan modus mencongkel pintu rumah. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan. ”Ada dua tersangka utama dalam kasus pencurian ini, satu lagi masih buron. Tiga penadah juga kami tangkap,” pungkasnya. (amu/ida/ce1)