TERBAIK: Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng, Effendi Hari Marsudi setelah penyerahan medali untuk juara cabor sepak bola di GOR Jatidiri siang (6/8) kemarin. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNG PEMIMPIN DARI NU: Ketua Dewan Syuro PKB, Ustad Ali (baju putih) dan Alamuddin Dimyati Rois (kemeja biru), berfoto bersama dengan Ketua PBNU Said Aqil. (Adenyar Wicaksono/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNG PEMIMPIN DARI NU: Ketua Dewan Syuro PKB, Ustad Ali (baju putih) dan Alamuddin Dimyati Rois (kemeja biru), berfoto bersama dengan Ketua PBNU Said Aqil. (Adenyar Wicaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

KENDAL – Dewan Pimpinan Cabang PKB Kendal siap memberikan sanksi kepada setiap kadernya jika tidak tunduk terhadap rekomendasi partai. Sanksi yang diberikan tidaklah ringan, jika diketahui salah satu kadernya membelot, PKB langsung mengambil langkah tegas yakni pemecatan.

Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kendal, Ustad H Ali Nurudin, mengatakan jika sanksi berupa pemecatan ditujukan kepada kadernya yang membelot atau mendukung calon lain selain Widya Kandi Susanti-Moh Hilmi (Wali). ”Sebagai kader, harus tegak lurus dengan keputusan partai. Jika tidak, sanksi berupa pemecatan akan diberikan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dirinya pun meminta agar semua kader harus siap memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Widya-Hilmi pada Pilkada Kendal, 9 Desember mendatang. Lantaran harus mengamankan rekomendasi partai, para kader juga harus menjaga amanat dan harga diri partai PKB. ”Keputusan ini sudah bulat, jadi harus dilakukan lantaran sudah menjadi mandat dari pusat,” tuturnya.