BERI SAMBUTAN: Bupati Dachirin Said saat memberikan sambutan dalam kegiatan HNSI kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DEMO : Ratusan warga Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro dan Desa Talun/Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan saat melakukan unjuk rasa di Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Propinsi Jawa Tengah, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DEMO : Ratusan warga Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro dan Desa Talun/Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan saat melakukan unjuk rasa di Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Propinsi Jawa Tengah, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran sawah miliknya digunakan sebagai material galian C dan tidak diberi ganti rugi atau kompensasi oleh pengelola tambang, ratusan warga Desa Wringin Agung, Kecamatan Doro, dan Desa/Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/10) mendatangi Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Provinsi Jawa Tengah, di Jalan Patimura Kota Pekalongan.

Dengan menggunakan dua truk, para pengunjuk rasa langsung masuk ke ruang Kepala Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara. Mereka menuntut agar galian C milik Ahmad Fuadi, warga Desa Kalimojosari, Kecamatan Talun, ditutup.

Sumadi, 61, warga Desa Wringin Agung, Kecamatan Dori, mengungkapkan bahwa lahan sawahnya seluas 1 hektare yang terletak di tepi sungai Welo, Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro kini hanya tersisa 0,5 hektare saja karena tergerus penambangan milik warga.