Unnes Angkat Budaya Pesisir

Peringati Bulan Bahasa dan Seni

247
SEIBUK: Pengrajin keripik Karangbolo, sedang mengolah sayur Bayam dan Pari menjadi keripik. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
FLASH MOB: Mahasiswa Fakultas Bahasa Sastra Unnes melakukan flash mob di peringatan Bulan Bahasa dan Seni. Beberapa rangkaian kegiatan lainnya, di antaranya parade budaya, seminar dan kegiatan seni. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FLASH MOB: Mahasiswa Fakultas Bahasa Sastra Unnes melakukan flash mob di peringatan Bulan Bahasa dan Seni. Beberapa rangkaian kegiatan lainnya, di antaranya parade budaya, seminar dan kegiatan seni. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKARAN – Pembukaan Bulan Bahasa dan Seni (BBS) 2015, Fakultas Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) mencoba mengangkat budaya pesisiran Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Hal itu dikarenakan, budaya pesisiran dinilai kurang dikenal ketimbang budaya keraton.

”Budaya pesisiran ragamnya sangat banyak. Dari mulai pesisiran Pantura bagian Barat hingga Pantura bagian Timur semuanya memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Kita ingin mengangkat kembali budaya pesisiran itu. Yakni kesenian-kesenian yang ada di wilayah pesisir,” ujar Dekan FBS Unnes Prof Agus Nuryatin, kemarin.

Agus Nuryatin menambahkan, Bulan Bahasa 2015 yang dipusatkan di lapangan FBS, sejumlah pertunjukan ditampilkan oleh para mahasiswa fakultas tersebut. Antara lain tari-tarian seperti Jaranan, Tayub, Lengger, hingga Barongan khas pesisiran. Kesenian pesisir memiliki corak yang berbeda, ritmenya lebih rancak dan pas jika digunakan sebagai pembuka pelaksanaan BBS kali ini ”Kita pilih budaya pesisiran karena Unnes juga berada di kota yang berada di kawasan pesisir. Kesenian di sini justru belum banyak menjadi fokus, kalau kesenian keraton pasti sudah banyak yang ngangkat seperti UGM dan UNS di Solo,” ungkapnya.

Ketua panitia BBS, Arif Suryo P mengatakan, pada pembukaan pelaksanaan BBS tahun ini, sekitar 200 mahasiswa yang terlibat. Mereka tergabung dalam pemain musik penata panggung hingga penari. Pelaksanaan BBS 2015 akan berlangsung mulai 13 Oktober ini hingga puncaknya tanggal 24 November menatang. Selama pelaksanaan, berbagai rangkaian kegiatan akan digelar selama sebulan lebih itu. ”Macam-macam kegiatannya, ada bakti sosial berupa khitanan masal, sendra tasik, lomba khotbah memakai bahasa Jawa, seminar internasional, hingga pada puncaknya nanti akan ada pemberian FBS awards pada mahasiswa, dosen, maupun masyarakat,” pungkasnya. (dit/zal/ce1)