USUNG SENI BUDAYA JATENG: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berfoto bersama sejumlah pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Jateng sebelum mengikuti Muktamar di Makasar. (FOTO: AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEGAS: Kepala Satpol PP Pemkab Demak Yulianto menunjukkan miras hasil sitaan dalam operasi yustisi kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TEGAS: Kepala Satpol PP Pemkab Demak Yulianto menunjukkan miras hasil sitaan dalam operasi yustisi kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Aparat Satpol PP Pemkab Demak berhasil menyita 105 liter minuman keras (miras) oplosan. Miras campuran dalam tiga jerigen ukuran besar tersebut dimankan saat razia di karaoke milik Sarsiki, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung. Selain miras oplosan, petugas juga mengamankan 10 pemandu karaoke (PK).

Di lokasi lain, karaoke milik Moh Makruf, warga Desa Werdoyo, Kecamatan Kebonagung petugas menemukan ratusan botol miras. Kasatpol PP, Yulianto menggungkapkan, operasi yustisi dilakukan untuk menertibkan karaoke yang telah menjamur dan meresahkan masyarakat.

Sebab, sejauh ini karaoke menjadi tempat bernyanyi sekaligus peredaran miras. Bahkan, karaoke dicurigai sebagai tempat yang rawan disalahgunakan untuk prostitusi. “Kita galakkan terus operasi terhadap karaoke ini,”kata Yulianto, kemarin.