Pelajar dan Mahasiswa Semarang Merampok

263
KORBAN MELAWAN: Kapolres Semarang AKBP Latif Usman meminta keterangan lima perampok, kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORBAN MELAWAN: Kapolres Semarang AKBP Latif Usman meminta keterangan lima perampok, kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Ini sungguh ironis. Dua pelajar dan mahasiswa asal Kota Semarang berkomplot dengan sejumlah temannya untuk melakukan aksi perampokan. Korbannya, seorang pedagang sayur keliling, bernama Lasno, 32, warga Dusun Dawung, Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Namun sial, aksi mereka gagal total setelah korban melawan. Bahkan, kelima perampok akhirnya berhasil diringkus warga bersama aparat Satuan Reskrim Polres Semarang.

Kelima perampok sial tersebut adalah Muhamad Nurkholik, 18; Muhamad Zulfikar, 18; Firman Herdiansyah, 20; Gilang Aji, 16, dan Wahyu Peyok, 18, kelimanya warga Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Ironisnya, dua dari lima tersangka, yakni Gilang Aji masih berstatus pelajar sebuah SMA di Ngaliyan, Semarang, dan Wahyu Peyok masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Semarang. Sedangkan dua tersangka lainnya, yakni Vidi Pambudi dan Nando hingga kemarin masih buron. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti tas, helm, sepeda motor Suzuki Satria FU 150 dan potongan kayu yang digunakan untuk memukuli korban.