Pegandon Masuk Kecamatan Rawan

255

KENDAL – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Kendal bisa dibilang cukup tinggi. Kecamatan yang masuk kategori wilayah rawan dan berisiko tinggi dalam penyalahgunaan narkoba adalah Kecamatan Pegandon.

Dari data yang ada, selama Agustus 2015 mendapati 6 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari 6 kasus yang ditangani, mayoritas menggunakan obat-obatan terlarang daftar G seperti Trihex dan Dextro, parahnya kasus tersebut dilakukan kalangan remaja. “ Kecamatan ini merupakan kecamatan yang sangat rawan, banyak pecandu yang ditemukan di wilayah ini,” kata Kasi Pencegahan BNN Kabupaten Kendal, Sapto Nugroho.

Agar peredaran narkoba terutama obat daftar G masuk sekolah, BNNK Kendal rutin melakukan sosialisasi. Salah satunya di SMP 1 Pegandon. Apalagi obat-obatan daftar G ini banyak disalahgunakan dan mudah didapatkan. “ Paling banyak yang menyasar kalangan remaja adalah obat dengan daftar G,” tandasnya.

Dirinya menjelaskan, sesuai UU No 35 th 2009 ada tiga golongan narkotika, yakni golongan I ada 82 jenis, golongan II ada 86 jenis, dan golongan III ada 24 jenis. Sedangkan, efek farmologi mengakibatkan depresian, stimulan, dan halusinogen. “Untuk bahan narkotikanya yakni mengakibatkan habitual, adiktif, dan toleransi, yang sangat berbahaya bagi tubuh,” ungkap dia.

Kaur Kesiswaan SMPN 1 Pegandon, Budiyono, mengakui, jika banyaknya orang tua siswa yang bekerja di luar negeri sebagai TKI menjadi salah satu peluang orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyasar kalangan pelajar.

“Di Kendal, banyak orang tua yang bekerja di luar negeri (TKW/TKI) jadi dalam pemberian pengawasan anaknya sangat minim. Sekolah dan pihak terkait sudah berupaya, tapi tidak cukup kalau tidak dibantu keluarga,” tuturnya.

M. Gatot, Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Kendal menuturkan, jika setelah pelaku penyalahgunaan yang ditangkap langsung ditelusuri dan diselidiki guna mengetahui pelaku hanya sebagai pengguna atau pengedar. ” Jika hanya menggunakan langsung direhabilitasi, namun jika pengedar akan menjalani proses hukum,” tambahnya. (den/aro)