Ngajeni dan Menghormati Bawahan yang Lebih Tua

Iptu Dhayita Daneswari SIK, Kapolsek Wanita Termuda di Pulau Jawa

698

Dikatakan, sebanyak 31 personel bertugas di Polsek Gajahmungkur termasuk dirinya. Mereka mengisi sebanyak tujuh unit, yakni Provost, Pembinaan Masyarakat (Binmas), Intel, Reserse Kriminal (Reskrim) dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Seksi Umum (Sium) dan Sabhara.

”Sudah tiga minggu aktivitas berjalan. Sudah banyak masyarakat yang datang, baik pelaporan, pengaduan, pengurusan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), maupun pengurusan izin keramaian,” kata kapolsek berparas cantik ini.

Dijelaskan, wilayah hukum Polsek Candisari memiliki luas kurang lebih 5,56 km2, terbagi sebanyak tujuh kelurahan, yakni Jatingaleh, Karanganyar Gunung, Jomblang, Candi, Kaliwiru, Wonotingal, dan Tegalsari.

”Kami masih terus melakukan sosialisasi di kelurahan-kelurahan dengan melibatkan anggota Babinkamtibmas. Respons masyarakat cukup bagus. Misalnya, pemohon SKCK dalam sehari rata-rata lima orang sampai sepuluh orang,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, di Polsek Candisari memang tidak memiliki Unit Lalu Lintas. Sebab, Polsek Candisari masih menginduk dengan Polsek Gajahmungkur. ”Sesuai Peraturan Kapolri, Polsek Pra Rural struktur organisasinya tidak ada unit lalu lintas. Ini mengacu kepada Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2011 tentang susunan organisasi dan tata kerja tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor,” terangnya.

Begitu pun sejumlah kasus pidana yang dianggap menonjol akan ditangani oleh Polsek Gajahmungkur. ”Namun jika kami mampu menangani ya kami tangani sendiri. Termasuk kasus-kasus pidana seperti penganiayaan,” jelas dara kelahiran Semarang, 24 Desember 1991 ini.

Meski terbilang polsek rintisan, gadis lajang ini mengaku tidak menemui kendala dan hambatan berarti. Sebab, para personelnya merupakan anggota lama. ”Para anggota yang bertugas di sini sebelumnya bertugas di Polsek Gajahmungkur, dan sebagian dari Polrestabes Semarang,” terangnya.