KAJEN-Lantaran tepergok warga saat diduga berbuat mesum di dalam kantor balaidesa, Minggu (11/10) siang kemarin, Kepala Urusan Pembangunan Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Amat Panggung digelandang warga desa setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kejadian itu bermula saat beberapa warga melihat, Amat memasukkan seorang wanita ke kantor balaidesa pada hari libur atau hari Minggu. Lebih mencurigaan, Amat juga menutup semua pintu dan jendela kantor Balaidesa. Setelah tiga jam kemudian, sang perangkat desa keluar bersama wanita yang diduga selingkuhannya.

Melihat kejadian janggal tersebut, warga langsung merapat ke kantor balaidesa dan membawa kedua pasangan mesum tersebut ke kantor Polsek Kajen. Selain pihak kepala desa tidak tegas terhadap, diduga perbuatan mesum tersebut bukan kali pertama dilakukan.

Merasa kecewa atas ulah perangkat desanya, puluhan warga yang marah meluapkannya dengan aksi corat-coret pada semua tembok yang ada di kantor Balaidesa Kalijoyo. Di antaranya ada kata-kata Krisis Moral dan Balaidesa Bukan Hotel Melati.

Ramidi, 41, warga Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, yang rumahnya tak jauh dari kantor Balaidesa Kalijoyo mengungkapkan bahwa kejadian perangkat desa memasukkan wanita pada hari libur, bukan kali pertama ini. Warga sekitar sudah memergokinya berulangkali. Bahkan pernah ditegur warga, karena keduanya sudah mempunyai keluarga dan anak.

Namun puncak kekesalan warga Desa Kalijoyo terjadi pada Minggu (11/10) kemarin. Karena seminggu sebelumnya perangkat desa itu sudah berjanji untuk tidak mengulang perbuatannya, memasukkan wanita selingkuhan ke kantor balaidesa.

“Sebelumnya Amat Panggung sudah ditegur oleh kepala BKD untuk tidak memasukkan wanita ke kantor balaidesa pada hari Minggu, dengan alasan membuat warga malu. Namun tetap saja masih dilakukan,” ungkap Ramidi.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri, membenarkan jika Minggu (11/10) sore kemarin, Amat yang menjabat Kepala Urusan Pembangunan Desa Kalijoyo dilaporkan warganya karena diduga telah berbuat mesum dengan warga desanya di dalam kantor Balaidesa Kalijoyo. “Meski begitu, keadaan desa sekarang sudah kondusif. Sedangkan Amat masih dimintai keterangannya,” jelas AKP Aries Tri. (thd/ida)