Siswa SMK Berhasil Buat Mesin Lorot Batik

300
INOVATIF DAN KREATIF : Siswa SMK Muhammadiyah Pekalongan menunjukkan cara kerja mesin lorot lilin untuk kerajinan batik. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF DAN KREATIF : Siswa SMK Muhammadiyah Pekalongan menunjukkan cara kerja mesin lorot lilin untuk kerajinan batik. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Pekalongan, berhasil membuat mesin lorot lilin untuk kerajinan batik. Inovasi tersebut, semakin mempermudah dan mempercepat proses membatik.

Pembina Bengkel SMK Muhammdiyah Pekalongan, Puji dan Khusnawan menerangkan ide membuat mesin tersebut berasal dari masyarakat, terutama pengusaha batik.

“Kami sebelumnya, tahun 2010 sudah membuat alat ini, tapi manual. Kemudian sejak tahun 2011, dibuat dengan tenaga listrik,” ucap Khusnawan saat ditemui di bengkel siswanya.

Alat yang sekarang dimiliki juga sebenarnya baru prototipe, masih ingin disempurnakan terus. Namun sudah pernah ditawarkan ke pengusaha batik dan sudah ada yang menggunakannya.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk membuatnya, satu unit mesin pelorot membutuhkan minimal Rp 7 juta untuk membeli bahan baku, terutama komponen listrik untuk kontrol panel yang mahal. Di pasaran, mesin buatan mereka yang sudah siap pakai dijual Rp17 juta. “Kalau pakai mesin ini, kerja membatik jadi lebih efektif dan efisien. Lebih cepat. Keluar mesin, kain tinggal jemur saja,” jelasnya. (han/ida)