UNGARAN – Rencana pembangunan obyek wisata air Senjoyo, DesaTegalwaton, KecamatanTengaran, hingga saat ini belum terealisasi. Padahal Pemerintah Kabupaten Semarang sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 350 untuk membuat detail engineering design (DED) revitalisasi obyek wisata tersebut.

Kawasan Senjoyo rencananya akan dijadikan wisata air seperti Owabong di Purbalingga. Sebab mata air di kawasan tersebut melimpah. Sebelumnya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menghitung anggaran yang dibutuhkan Rp 15 miliar. Kemudian Bappeda membuat DED dengan dana Rp 350 juta tahun 2006.

Tahun 2007 juga telah dianggarkan untuk pembangunan sebesar Rp 5 miliar. Tapi proyek tidak jalan, karena ada beberapa masalah. Mulai lelang proyek dan lahan.Total luas lahan untuk Senjoyo adalah 4 hektare, tapi ternyata Pemkab hanya memiliki sekitar 4.000-6.000 meter persegi. Sisa tanah yang bakal digunakan merupakan milik warga.

Berbagai kalangan meminta agar proyek pembangunan proyek tersebut segera direalisasikan. Apalagi Pemkab sudah mengeluarkan anggaran tidak sedikit untuk revitalisasi Senjoyo. Dengan direvitalisasi jelas kelak bakal menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. “Mestinya revitalisasi obyek wisata air Senjoyo dilanjutkan. Sudah ada ratusan juta yang dikeluarhan hanya untuk DED,” kata Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, kemarin.

Pelaksanatugas (Plt) Bupati Semarang, Gunawan Wibisono berjanji bakal menindaklanjuti proyek pembangunan tersebut. Ia bedalih lupa berapa anggaran yang digelontorkan untuk DED karena proyek tersebut sudah lama. “Akan kami lihat lagi apa yang menyebabkan proyek pembangunan mandek. Nanti dicarikan solusinya,” katanya.

Gunawan menilai banyak kendala yang menyebabkan proses revitalisasi mandeng. Salah satunya dana investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 35 miliar dan membuat Pemkab kesulitan biaya. “Selain itu tanah milik Pemkab hanya 400 meter persegi saja padahal butuhnya lebih dari itu. Nanti dikaji, apakah dibangun pemda atau investor,” tambahnya. (tyo/fth)