SOSIALISASI: Ketua Bawaslu Jateng Teguh Purnomo bersama Bupati Demak Dachirin Said saat sosialisasi pengawas partisipatif diruang Bina Praja Pemkab Demak. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
MOTIVASI BISNIS : Marchella FP, salah satu narasumber Agrove 2015 Be Creative and Embrace The Callenge yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOTIVASI BISNIS : Marchella FP, salah satu narasumber Agrove 2015 Be Creative and Embrace The Callenge yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Modal utama dalam berbisnis adalah brand. Brand bukan sekadar logo serta nama perusahaan. Namun brand merupakan image atau persepsi untuk perusahaan. Brand merupakan asosiasi yang dibanggakan oleh seseorang jika mendengar sebuah produk.

“Peran brand sendiri merupakan identitas dari pembuat agar bisa dikenal,” tutur Hendi Rusdian, salah satu pebisnis muda di bidang merchandise rock musik yang sudah mendunia saat menjadi narasumber dalam diskusi ‘Agrove 2015 Be Creative and Embrace The Callenge’ yang digelar Kelompok Mahasiswa Wirausaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) didukung Jawa Pos Radar Semarang di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan, Minggu (11/10) kemarin.

Entrepreneur and Brand Consultant Fourspeed, Mack Joansen dan Wak Doyok ini menambahkan bahwa brand dapat mempermudah menyalurkan barang, karena akan memiliki perbedaan. “Kalau kita sudah punya brand, akan lebih maju satu tingkat lebih profesional. Namun kualitas dari produk juga harus dijaga,” ujar lulusan SMA yang 80 persen produknya sudah memiliki pasar di lebih dari 10 negara tersebut.