AMBARAWA – Sebanyak 185 pelari yang datang dari 16 negara turun di ajang Mesastila Challenge, Mingu (11/10) kemarin. Event tahunan yang telah berjalan sebanyak 5 kali ini dibagi menjadi beberapa kategori. Yaitu kategori 13K, 21K, 42K, 65K dan 100K. Kategori 100K dimulai sejak Jumat (9/10) malam, 42K dan 65K pada Sabtu (10/10) dan kategori 13K serta 21K dimulai kemarin pagi.

Para peserta tampak antusias. Maklum saja, ajang ini tak hanya sekedar kompetisi atau menantang diri sendiri, tapi juga memberikan pengalaman dalam menikmati pemandangan yang tersaji sepanjang rute. “Tahun lalu ajang ini diikuti oleh peserta dari 15 negara, tahun ini bertambah menjadi 16,” ujar General Manager MesaStila Hotel and Resorts, Isa Ismaul Rauf.

Dari ajang kemarin, tercatat ada lima gunung yang dilintasi oleh para peserta. Yaitu Gunung Andong (1.767 M), Gunung Merbabu (3.145 M), Gunung Telomoyo (1916 m), Gunung Gilipetung (1.450 m) dan Merapi (2968m).

Selain melintasi gunung, rute lomba juga akan melalui beraneka medan menantang sekaligus menarik seperti jalur kereta tua, jembatan lintasan kereta tua, hutan, pemukiman penduduk, sawah-sawah dan perkebunan kopi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan, pihaknya kini juga membidik komunitas maupun para penghobi, baik dibidang olahraga maupun lainnya. Menurutnya, hal ini efektif untuk mempromosikan potensi-potensi wisata di Jawa Tengah.

“Untuk sport tourism bertaraf intrernasional, di Jawa Tengah sudah ada 2. Mesastila Challenge dan Borobudur 10K. Sambutannya cukup baik dan ke depan akan terus dikembangkan. Kami juga berharap komunitas-komunitas lain turut serta mempelopori kegiatan-kegiatan menarik lainnya,”tandasnya.(dna/bas)