Dewan Pantau UMK di Kabupaten/Kota

169

SEMARANG – Masih banyaknya daerah yang belum mengusulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2016 membuat DPRD Jateng prihatin. Dewan bakal terjun ke daerah untuk memantau perkembangan usulan UMK. Sebab, saat ini sudah mendekati pergantian tahun.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv mengatakan, pemantauan untuk mengetahui kondisi riil di bawah. Pihaknya ingin tahu mengapa antara pengusaha dan buruh tidak kunjung menyepakati usulan UMK di masing-masing daerah. ”Pekan ini kami turun untuk memantau pengusulan UMK di tingkat daerah. Agar semua bisa segera selesai,” katanya, kemarin.

Politisi PKB ini meminta agar usulan UMK ke Gubernur Jateng hanya satu angka. Dewan pengupahan harus bisa mengusulkan nominal karena mereka yang mengetahui kondisi riil KHL dan buruh di kabupaten/kota. ”Buruh dan pengusaha harus bisa sepakat dan tidak ada yang merasa dirugikan. Jadi bisa ditemukan jalan tengah,” ujarnya.

Dewan menilai penetapan UMK tidak banyak memunculkan konflik. Sebab, rata-rata UMK di Jateng sudah di atas Rp 1 juta. Apalagi, tahun ini pemerintah sudah menetapkan penurunan harga BBM. ”Kalau tahun lalu gejolak muncul karena ada kenaikan harga BBM. Semoga tahun ini bisa lebih santai dan tidak bergejolak,” tambahnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Joko Purnomo meminta pemerintah bisa menjadi penengah dalam penetapan UMK di Jateng. Buruh harus lebih realistis dan tidak banyak menuntut. Pun dengan pengusaha harus memperhatikan kesejahteraan buruh dalam memberikan UMK. ”Jadi kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Industri bisa berjalan lancar dan buruh sejahtera,” katanya.

Politisi PDIP ini berharap tak ada gejolak dalam penetapan UMK tahun ini. Sebab selama ini pemerintah juga sudah berupaya untuk mengutamakan kesejahteraan kaum buruh. Apalagi pemerintah sudah menurunkan harga BBM meski belum semuanya. ”Pemerintah harus lebih memperlihatkan perannya untuk tidak memihak salah satu pihak. Jangan sampai gejolak buruh terus terulang setiap tahun,” tambahnya. (fth/ric/ce1)