Biaya Produksi Kerajinan di Semarang Mahal

245

SEMARANG–Bisnis kerajinan tangan di Kota Semarang sulit berkembang. Lantaran sedikitnya jumlah perajin dan mahalnya biaya produksi dibandingkan dengan kota-kota lain.

“Biaya produksi kerajinan tangan di Semarang bisa dua kali lipat lebih bila dibanding Jogja maupun Solo. Sehingga secara kompetisi, hingga saat ini Semarang masih ketinggalan,” ujar pendamping Kota Semarang, Natalia Adi Ekopriyono, kemarin (9/10).

Menurutnya, selain tingginya biaya produksi disebabkan karena minimnya jumlah perajin di Kota Semarang, keahlian para perajin ini sebagian besar juga masih belum sebanding dengan para perajian di Solo maupun Jogja.

“Saya sempat memasuki beberapa outlet di Solo maupun Jogja yang terbilang cukup ramai. Dengan produk sejenis, harga di outlet tersebut jauh lebih murah. Dari situ kami telusuri, ternyata biaya produksinya memang lebih rendah,” ujar perempuan yang juga pemilik kerajinan tangan berlabel Trasty ini.

Hal ini yang dinilainya menjadi masalah utama. Karena untuk bahan baku sendiri, sudah tidak lagi dimonopoli oleh daerah tertentu. Tiap pengusaha dapat mencari bahan baku secara online. Sehingga lebih bersaing.

“Bahkan untuk beberapa outlet di Kota Semarang sendiri, sejauh ini dipasok dari kota sekitar. Seperti Purwodadi dan Demak. Saya sempat mau memasukkan beberapa kerajinan di outlet tersebut, tapi kata mereka kerajinan dari Semarang mahal,” ujarnya.

Ia menilai hal tersebut juga tak lepas dari kondisi Kota Semarang yang berbeda dengan beberapa kota lainnya. Sejauh ini, Semarang lebih banyak industri ketimbang mereka yang bergerak di bidang kerajinan. Beda halnya dengan Solo dan Jogja.

“Kondisinya memang Semarang kota industri. Sehingga banyak yang memilih menjadi buruh ketimbang perajin maupun menjadi pengusaha,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, tidak ada pasar yang cukup besar untuk memasarkan hasil-hasil kerajinan tangan tersebut. “Kalau di kota lain, memang sudah ada pasar yang cukup terkenal untuk memasarkan karya-karya para perajin,” tandasnya. (dna/ida)