APK di Angkot Jadi Target Penertiban

151

SEMARANG- Alat Peraga Kampanye (APK) yang tertempel di mobil pribadi maupun angkutan umum akan menjadi target penertiban oleh Panwas Kota Semarang. Pasalnya, APK berbentuk branding di mobil tersebut masuk dalam kategori larangan atau pelanggaran.

“Itu kan juga termasuk larangan. Maka kita akan melakukan penertiban pada minggu ini. Kita masih menunggu kesepakatan hari pelaksanaannya. Diperkirakan 24 sampai 25 Oktober ini,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Semarang M. Amin kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Diakuinya, branding di mobil dan angkutan umum tersebut dilakukan oleh ketiga pasangan calon peserta Pilwalkot. Menurut pantauan yang dilakukan oleh Panwas Kota Semarang, setidaknya ada puluhan APK branding yang terpasang di angkutan umum di Kota Semarang.

“Dari hasil pantauan petugas kami di lapangan ada sekitar 60 APK branding di angkutan umum. Itu ditemui di angkutan umum yang mangkal di Terminal Johar, Penggaron dan masih banyak lainnya. Memang kami kesulitan dalam melakukan pendataan. Sebab, angkutan ini kan sifatnya mobiling atau berputar terus,” katanya.

Dia mengatakan, dalam penertiban APK branding, pihaknya akan menggandeng petugas gabungan dari KPU Kota Semarang, Kesbangpol, Dishub, dan Satpol PP. Pihaknya juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada lembaga atau dinas terkait dalam melakukan penertiban nantinya.

“Memang Panwas Kota tidak bisa melakukan sendiri. Kami memberikan rekomendasi. Termasuk rekomendasi kepada tim pemenangan pasangan calon, dan kepada para pasangan calon tersebut,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, saat ini Panwas masih melakukan kajian pelanggaran terkait APK yang terpasang di Jalan Sultan Agung. Menurunya, APK yang terpasang tersebut banyak menuai protes dari tim pemenangan pasangan calon lain yang tidak memasang APK di tempat tersebut.