PEMPROV Jateng ternyata sudah menargetkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor Semarang-Bawen dapat beroperasi pada 2016 mendatang. Saat ini, detail engineering design (DED) dari bagian proyek aglomerasi Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, dan Purwodadi itu memasuki tahap penyelesaian.

”Kami optimistis tahun depan (2016, Red), Koridor Semarang-Bawen bisa beroperasi. Kami sudah menganggarkan mulai tahun ini dan berlanjut tahun 2016,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah, Untung Sirinanto.

Lebih lanjut Untung menjelaskan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga telah menyurati PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) untuk menyusun rencana bisnis terkait operasional BRT Aglomerasi Kedungsepur. Rencana bisnis tersebut meliputi profit (keuntungan) dan benefit (dalam bentuk subsidi) yang akan diberikan oleh pemerintah. Dalam hal ini, pihak PT SPJT akan bekerja sama dengan pihak lain membentuk badan pengelola. ”Setelah ada badan pengelola dilanjutkan dengan penunjukan operator yang menyediakan bus dan juga fasilitas pendukung,” imbuhnya.

Ditambahkan Untung, operator tersebut nantinya berada di setiap kabupaten/kota. Yaitu melibatkan para pengusaha dan pelaku angkutan umum yang telah ada. Sehingga keberatan angkutan umum di wilayah tersebut tidak akan terganggu dan merasa dirugikan. ”Yang masih menjadi persoalan, para pengusaha masih banyak yang mengoperasikan secara pribadi. Sehingga kami terus mendorong untuk membentuk badan hukum,” terangnya.

Dengan adanya badan hukum, lanjut Untung, operator nantinya dapat menerima subsidi. Khusus untuk koridor Semarang-Bawen, para pengusaha mulai membentuk semacam konsorsium untuk selanjutnya membentuk badan hukum. ”Meskipun prosesnya butuh waktu, kami berharap prosesnya bisa lebih cepat,” tandasnya.