Muhammad Ngainirrichard. (dok)
BELUM DIGANTI RUGI: Satu dari tiga poskamling yang masih berdiri, padahal tanah di sekitarnya sudah dikeruk sangat dalam untuk proyek tol Bawen-Salatiga. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM DIGANTI RUGI: Satu dari tiga poskamling yang masih berdiri, padahal tanah di sekitarnya sudah dikeruk sangat dalam untuk proyek tol Bawen-Salatiga. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

proyek tol tuntang- pristyono-web

TUNTANG – Proyek jalan tol Semarang-Solo sesi III, Bawen-Salatiga, sudah mulai dibangun. Namun pekerjaan penataan lahan di Dusun Glendang, Desa Watu Agung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang masih terkendala. Sebab, warga mempertahankan tiga pos keamanan lingkungan (poskamling) dan sebuah musala agar tidak dibongkar, karena proses ganti rugi belum beres.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi proyek jalan tol di Dusun Glendang, kendati proses pembebasan tiga fasos (fasilitas sosial) maupun fasum (fasilitas umum) tersebut belum beres. Namun sejumlah pekerja ngebut menyelesaikan penataan lahan untuk jalan tol. Hanya di tiga titik lokasi poskamling dan musala saja yang disisakan. Sehingga bangunan tersebut masih berdiri membentuk seperti sebuah pulau. Sebab, tanah di sekitarnya sudah dikeruk sangat dalam yang rencananya akan dijadikan jalan.