MODIS: Beberapa model tengah mengenakan busana batik dengan warna-warna menarik produksi Batik Naga Mas. (IST)
PENUH SAMPAH : Puluhan karyawan Dafam Group Pekalongan saat melakukan aksi membersihkan sampah yang tertutup enceng gondok di Sungai Bremi di Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PENUH SAMPAH : Puluhan karyawan Dafam Group Pekalongan saat melakukan aksi membersihkan sampah yang tertutup enceng gondok di Sungai Bremi di Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro mengaku prihatin melihat tumpukan sampah sepanjang 4 kilometer yang ada di Sungai Bremi, Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Prijo tak sungkan turun langsung membantu warga membersihkan sampah yang telah tertutup tanaman enceng gondok di atas Sungai Bremi tersebut. Sampah tersebut dihasilkan dari rumah tangga yang ada di sepanjang bantaran sungai.

Melihat kondisi sampah yang menumpuk dan jumlahnya sangat banyak, menunjukkan bahwa sampah yang ada di Sungai Bremi sudah lama tidak dibersihkan. Kondisi air yang hitam pekat serta bau yang sangat menyengat disebabkan buangan air limbah yang ada di sepanjang sungai.

Prijo mengungkapkan dirinya sangat prihatin dengan tumpukan sampah yang tertutup tanaman enceng gondok. Terlebih kondisi air yang hitam pekat dan bau yang menyengat. Menurutnya sudah saatnya warga Kota Pekalongan peduli dengan lingkungan sekitarnya sendiri, dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak mengandalkan kebersihan dari orang lain atau pihak luar.