20 Persen untuk Pendidikan Agama

309
SIRAMAN ROHANI: Sugiono, Imam Masjid Al Huda dalam tausiah singkatnya di sela-sela acara berbagi buka puasa yang digelar oleh Jawa Pos Radar Semarang dan Rumah Zakat (RZ) Sore (30/6) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PILAR KEBANGSAAN: Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKB H Fathan Subchi dan Hj Ida Nur Sa’adah aktivis  Muslimat NU Jateng saat mengisi seminar 4 pilar kebangsaan, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PILAR KEBANGSAAN: Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKB H Fathan Subchi dan Hj Ida Nur Sa’adah aktivis Muslimat NU Jateng saat mengisi seminar 4 pilar kebangsaan, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Gerakan penguatan kelembagaan MPR RI terus dilakukan para anggota DPR/MPR RI. Langkah ini dilakukan supaya misi dalam mensejahterakan masyarakat diberbagai bidang termasuk bidang pendidikan dapat tercapai. Dibidang pendidikan misalnya, hingga kini masih adanya ketidakseimbangan dalam penggunaan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN.

Sasaran pemanfaatan alokasi anggaran pendidikan masih dominan untuk lembaga pendidikan yang bernaung dibawah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Sedangkan, alokasi untuk lembaga pendidikan agama dibawah Kementerian Agama (Kemenag) masih sangat minim. “Mestinya, pemerintah harus adil dalam penggunaan anggaran pendidikan tersebut, termasuk untuk pendidikan keagamaan,” kata anggota DPR/MPR RI asal Fraksi PKB, H Fathan Subchi disela sosialisasi 4 pilar (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI dan NKRI) yang dikemas dalam seminar kebangsaan di Demak, kemarin.

Fathan menambahkan, pemerintah harus konsisten dalam mendorong terciptanya kualitas pendidikan, utamanya pendidikan umum dan keagamaan. Selama ini, pendidikan agama masih kurang diperhatikan pemerintah. “Kalau untuk lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan pemerintah loyal. Tapi, untuk pendidikan agama atau salaafiyah dari sisi penganggaran cenderung diabaikan. Fraksi PKB terus mendorong bagaimana pemerintah berlaku adil terhadap penggunaan anggaran 20 persen tersebut,” ujarnya.