PRODUK BARU: Regional Head Smartfren Central Java - DIY, Aris A. Martoko memperkenalkan beberapa produk terbaru Smartfren dengan yang sudah mengusung teknologi 4G LTE. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH PUNGLI: Nata Negara saat melakukan konferensi pers terkait sistem baru. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH PUNGLI: Nata Negara saat melakukan konferensi pers terkait sistem baru. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum (AHU) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia me-launching sistem pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) AHU atau SIMPADHU secara online yang sudah terintegrasi dengan aplikasi modul penerimaan negara generasi 2 (MPN-G2). Sistem tersebut untuk mewujudkan pelayanan jasa hukum secara online yang bisa memberikan kemudahan bagi para pemohon dan notaris.

Kota Semarang dipilih sebagai tempat ketiga setelah Cirebon dan Surabaya dalam acara sosialisasi sistem baru ini.

Kabag Program dan Pelaporan Ditjen AHU, Nata Negara menjelaskan, SIMPADHU dibangun untuk memastikan pemohon bebas dari pungutan liar (pungli), Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), bebas biaya administrasi perbankan dan mempercepat pelayanan serta adanya sinergitas data bagi para pemilik perusahaan. ”Jadi nanti dengan sistem ini dapat mewujudkan pelaporan keuangan yang transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Nata Negara, Kamis (8/10).