Patung Ganesha Masih Misterius

170

SEMARANG – Keberadaan patung manusia gajah (Ganesha) hasil penggalian situs Candi Duduhan di Kampung Duduhan, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen pada sekitar 1970-an kini terus ditelusuri keberadaannya. Pasalnya patung yang pernah dicuri orang dan kabarnya sudah ditemukan tersebut kini keberadaannya masih misterius.

Kasi Sejarah Nilai Tradisi dan Kepurbakalaan, Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Siky Handini mengatakan situs Candi Duduhan yang pernah ditemukan pada 1976 tersebut masih ada patung Ganesha-nya. Namun pada saat tim melakukan penelitian pada tahun 2012 patung tersebut sudah tidak ada.

”Kita mendapat informasi dari warga banyak arca yang sudah hilang termasuk Ganesha. Sekarang ada di mana saja kami masih belum tahu,” katanya usai acara Focus Group Discussion Candi Duduhan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Balai Kota Semarang, Kamis, (8/10).

Pihaknya juga belum bisa memastikan Ganesha dari Candi Duduhan tersebut tersimpan di museum Ronggowarsito. Dia mengaku belum pernah menyerahkan Ganesha dari mana pun ke pengelola museum tersebut. ”Tapi kita bersama Bappeda akan amankan situs Duduhan, kita akan tuntaskan eskavasinya,’’ katanya.

Kepala Seksi Pengkajian dan Pelestarian Museum Ronggowarsito Semarang, Budi Santosa, mengakui arca Ganesha asal Candi Duduhan tersebut tidak tersimpan dalam koleksi benda sejarahnya. Menurutnya, di museum banyak patung Ganesha namun berasal dari Magelang, Boyolali, Tegal, Pekalongan, Batang dan daerah lainnya. ”Museum tidak menerima atau menyimpannya. Setiap koleksi yang masuk ke museum pasti ada riwayatnya, ditelusuri dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng, kami hanya sebagai tempat menyimpannya saja,’’ katanya.

Pihaknya juga mengakui, juga telah menerima salah satu Ganesha berasal dari Semarang. Namun riwayat historisnya tidak lengkap hanya tertulis tanggal kedatangan saja. ”Ada satu Ganesha dari Semarang, dengan register 04.10, dengan struktur tinggi 90 cm lebar 62 cm, dan tebal 46 cm, masuk 5 Juli 1980, dan didapat dari penampungan awal di Sobokarti,’’ paparnya.