Warga Protes Pengaspalan Jalan

184

SALATIGA – Proyek pengaspalan di sejumlah ruas jalan di Salatiga menjadi dipertanyaan banyak pihak. Masyarakat menuding program itu tidak peka dan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat yang melihat banyak jalan berlubang.

“Masih banyak jalan yang rusak, tetapi kok jalan yang masih bagus sudah diaspal lagi. Atau ada alasan lain,” tutur Hidayati, warga Mangunsari.

Ia berharap ada skala prioritas pembangunan dan lebih mendengarkan aspirasi masyarakat. Beberapa jalan yang diaspal lagi antara lain Sukowati yang berada tepat di depan kantor Wali kota dan DPRD. Tidak heran ada tudingan minor yang mencuat di jejaring sosial mengenai pelaksanaan pengaspalan yang disebut dilaksanakan oleh PT Armada, Magelang.

Sejumlah warga membandingkan kondisi jalan Muwardi dan jalan Pahlawan yang rusak parah dan penanganan perbaikan dinilai lamban. Bahkan masyarakat sampai ingin menambal secara mandiri lubang – lubang yang bertebaran di jalan tersebut karena beberapa kali membuat jatuh pengguna jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan PSDA, Agung Hendratmiko menjelaskan pengaspalan yang lama belum selesai proses pembangunannya. Pasalnya, aspal yang selama ini sudah digunakan adalah aspal ATB atau biasa disebut aspal pondasi. Dan agar bisa lebih nyaman digunakan, bagian atasnya digunakan aspal lapisan permukaan atau yang disebut aspal wearing course.

“Kami bangun ulang semua agar lebih nyaman. Bukan karena ada di kota kemudian diaspal ulang tetapi karena memang untuk penyelesaian pekerjaan pengaspalan agar sempurna dan itu semua sesuai dengan SOP yang ada,” terang Agung. (sas/fth)