KENDAL – Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kendal ternyata belum bisa mengover semua warga miskin. Ini dikeranakan indicator tersebut berbeda dengan program lainnya yang juga menangani keluarga miskin.

Kasi Kerjasama Non Pemerintah Kemensos RI, Agustinus Sunarman, mengatakan komponnen PKH meliputi keluarga miskin yang sedang dalam kondisi hamil ataupun memiliki anak usia sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Bantuan yang diberikan dalam PKH meliputi bantuan uang tunai, kesehatan dan wajib belajar 12 tahun. “Komponen dan indikator yang ada membuat tidak semua keluarga miskin masuk dalam PKH,” katanya , dalam kegiatan Rakor PKH Tingkat Kabupaten kemarin.

Dia menambahkan, tidak tercovernya warga miskin disebabkan kemungkinan adanya kesalahan data berupa inclusion error maupun exclusion error. “Inclusion error adalah keluarga tidak miskin namun terdata sebagai peserta PKH, sedangkan exlucsion error merupakan keluarga miskin yang tidak terdata sebagai peserta PKH,” jelasnya.

Data penerima PKH didapatkan dari pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2011 melalui pusat data informasi dari Kemensos RI. Verifikasi dan validasi berasal dari PPLS, namun melalui pendampingan PKH data bisa diubah sewaktu-waktu.

Kabag Humas Pemkab Kendal, Heri Wasito menerangkan data kemiskinan yang ada di Kendal bisa berubah sesuai perubahan kesejahteraan masyarakat. Contohnya dulu tidak semua punya televisi, motor dan handphone. Namun akhir-akhir ini barang-barang hampir semua dimiliki warga yang tergolong miskin. “Tolak ukur bisa berubah, jaman dulu dan sekarang beda. Bisa diartikan jika tingkat kesejahteraan seseorang pengalami perubahan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Kasi Kelembagaan Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kendal, Agustinus Teguh Imanto menjelaskan saat ini sudah ada dua PKH yang bisa mendrikan usaha koperasi yakni PKH Boja dan PKH Selokaton yang bisa mensejahteraan para anggotanya. “Ini merupakan perkembangan yang sangat bagus, koperasi PKH di Kendal pun dinyatakan hanya ada di Indonesia,” tuturnya.

Usaha koperasi PKH bergerak dibidang usaha sektor riil sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Tahap ketiga ini, terdapat 16.752 keluarga penerima PKH yang cukup besar dan disarankan untuk mengembangkan koperasi . “Dibandingkan simpan pinjam, usaha sektor riil bisa dibilang lebih bermanfaat bagi para anggota ataupun masyarakat yang ikut dalam PKH,” tambahnya. (den/fth)