BARUSARI – Dengan ekspresi geram, seorang gadis sebut saja DA, 14, Cikaprak, Pedurungan, Semarang, melaporkan dua orang pria yang bertindak tidak manusiawi. DA selaku perempuan mengaku dilecehkan karena dianiaya dengan cara diinjak-injak oleh dua pria tersebut.

Seorang terlapor berinisial DV, adalah teman yang sudah dikenal oleh korban. Satu pelaku lainnya tidak diketahui identitasnya. Kepada petugas polisi, DA mengisahkan, aksi penganiayaan itu terjadi di Jalan Tembus kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), pada Selasa (6/10), sekitar pukul 10.00. Awalnya, korban mengaku berjumpa dengan kedua pelaku.

Dalam perbincangan tersebut terjadi salah paham, hingga kemudian terjadi cekcok mulut. Celaka, cekcok mulut itu malah justru beraksi emosi fisik. Dua pria tersebut memukul korban menggunakan tangan kosong. Begitu korban terjatuh, kedua terlapor menginjak-injak tubuh korban. ”Saya dipukul berkali-kali kemudian diinjak-injak. Mereka juga menjambak rambut,” katanya.

Tentu saja DA tak bisa berbuat banyak saat kedua pelaku beringas melayangkan bogem mentah. DA hanya bisa menangis tersedu dan menahan kesakitan di sekujur tubuhnya. ”Mereka sungguh keterlaluan,” katanya.

Tak terima atas perlakuan tersebut, DA dengan membawa barang bukti visum dari dokter memutuskan melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.Dia berharap, kedua pria arogan tersebut agar diringkus polisi dan dijebloskan ke dalam sel, biar kapok. (amu/zal/ce1)