BANTUAN RUMAH TANGGA: Muhidin, mantan Kepala Desa Kalirejo usai jalani sidang atas kasus dugaan korupsi bantuan rumah tangga layak huni senilai Rp 800 juta. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGERING: Warga saat melihat kondisi Sendang Muntuksari, Rowosari, Tembalang yang mulai mengering. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGERING: Warga saat melihat kondisi Sendang Muntuksari, Rowosari, Tembalang yang mulai mengering. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ROWOSARI – Sendang Muntuksari menjadi sumber air satu-satunya bagi warga Rowosari, Kecamatan Tembalang saat kemarau panjang saat ini. Tak heran, banyak pipa paralon yang terhubung dengan pompa air terpasang di mata air tersebut. Sayangnya, kini mata air tersebut juga mulai mengering. Alhasil, warga pun kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih dari mata air tersebut, warga Muntuksari RT 2 RW VI, Kelurahan Rowosari, Tembalang harus rela antre. Bahkan, mereka harus begadang menunggu air penuh, hingga bisa disedot menggunakan pompa air untuk disalurkan ke rumah warga.

”Jadi, setiap warga memliki paralon yang dihubungkan ke rumah masing-masing. Kalau mata air Muntuksari sudah penuh, warga ramai-ramai menghidupkan pompa air. Tidak sampai lama, air sudah habis,” ungkap salah seorang warga Setyowati, 41, kemarin.